• Beranda
  • Fitur
  • Harga
  • Blog
WhatsApp Sales
HR Insights, Software

Karyawan Tidak Capai Target? Ini Langkah yang Bisa Dilakukan HR!

November 6, 2025 admin Comments Off on Karyawan Tidak Capai Target? Ini Langkah yang Bisa Dilakukan HR!
Karyawan Tidak Capai Target

Setiap HR pasti pernah menghadapi situasi di mana karyawan tidak capai target kerja. Mungkin performa menurun, motivasi berkurang, atau beban kerja terasa tidak seimbang. Situasi seperti ini tidak hanya berdampak pada hasil individu, tetapi juga pada produktivitas tim dan pencapaian bisnis secara keseluruhan.

Namun, hal ini bukan berarti kegagalan. Sebaliknya, ini bisa menjadi momen penting bagi HR untuk melakukan evaluasi, mendengarkan, dan memperbaiki sistem kerja agar performa tim kembali optimal. Karena pada dasarnya, kinerja yang menurun bukan hanya berakar dari masalah individu, tapi hasil dari sistem yang perlu disesuaikan.

Analisis Akar Masalah Secara Objektif

Langkah pertama yang perlu dilakukan HR ketika karyawan tidak capai target adalah melakukan analisis terhadap penyebabnya. Apakah karena kurangnya sumber daya, target yang tidak realistis, atau masalah komunikasi antara atasan dan bawahan?

Pendekatan berbasis data menjadi penting di tahap ini. HR dapat meninjau riwayat performa, jam kerja, dan beban tugas karyawan melalui sistem digital. Dengan begitu, keputusan yang diambil tidak didasarkan pada asumsi, tapi pada fakta.

Selain itu, jangan lupakan sisi manusiawi. Diskusi personal dengan karyawan bisa membantu HR memahami kendala yang mungkin tidak terlihat di angka, seperti stres kerja, kurangnya dukungan tim, atau kebingungan dalam prioritas tugas.

Evaluasi Ulang Target dan Proses Penetapannya

Sering kali, penyebab karyawan tidak capai target bukan karena malas atau tidak kompeten, melainkan karena target yang ditetapkan tidak sesuai dengan kapasitas dan kondisi. HR bersama manajer perlu meninjau kembali apakah target yang diberikan benar-benar realistis.

Gunakan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) untuk memastikan setiap target dapat dicapai dengan jelas dan terukur. Pastikan juga karyawan memahami indikator keberhasilan mereka sejak awal.

Di sisi lain, penting juga untuk meninjau ulang proses kerja yang mendukung pencapaian target. Apakah sistem yang digunakan sudah efisien? Apakah ada hambatan administratif yang menghambat produktivitas?

Dengan mengevaluasi dua sisi ini, manusia dan sistem, HR dapat menemukan titik optimal antara ekspektasi dan kemampuan tim.

3. Lakukan Coaching dan Pendampingan Secara Konsisten

Karyawan yang tidak mencapai target bukan berarti tidak memiliki potensi. Mungkin mereka hanya membutuhkan arahan dan bimbingan yang lebih personal. Di sinilah peran HR dan manajer menjadi sangat penting.

Coaching bukan sekadar memberikan perintah, melainkan proses dialog dua arah. HR dapat membantu karyawan mengenali hambatan mereka, mengembangkan strategi kerja baru, dan memperbaiki manajemen waktu. Dengan pendekatan coaching yang baik, HR bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus meningkatkan motivasi kerja.

Gunakan sesi one-on-one secara rutin untuk memberikan feedback konstruktif. Hindari menyalahkan, fokuslah pada solusi. Pendampingan yang berkelanjutan akan membuat karyawan merasa didukung dan termotivasi untuk memperbaiki kinerjanya.

Gunakan Data dan untuk Evaluasi Kinerja yang Adil

Di era digital, HR tidak lagi harus bergantung pada penilaian subjektif. Dengan HRIS seperti KelolaHR, penilaian performa dapat dilakukan secara lebih transparan dan berbasis data.

Ketika karyawan tidak capai target, data menjadi alat penting untuk melihat pola kerja dan performa secara menyeluruh. Apakah penurunan ini terjadi di satu individu, satu tim, atau seluruh departemen? Apakah karyawan memiliki umpan balik yang cukup dari atasan?

Sistem evaluasi digital memungkinkan HR melihat performa dalam dimensi yang lebih luas, termasuk aspek kolaborasi, inisiatif, dan kontribusi antar tim. Dengan pendekatan ini, HR bisa memberikan penilaian yang lebih adil dan berfokus pada pengembangan, bukan hanya hukuman.

Bangun Budaya Feedback dan Penilaian yang Konstruktif

Salah satu langkah paling efektif untuk mencegah penurunan performa adalah menciptakan budaya kerja yang terbuka terhadap feedback. HR dapat memfasilitasi komunikasi dua arah di mana karyawan merasa aman untuk menyampaikan kendala tanpa takut disalahkan.

Gunakan penilaian 360 derajat untuk memperkuat proses ini. Dengan metode ini, karyawan mendapatkan evaluasi dari berbagai perspektif seperti atasan, rekan kerja, dan bawahan. Hasilnya, HR memperoleh gambaran menyeluruh tentang performa dan potensi individu.

Selain memperbaiki kinerja, budaya feedback juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap pekerjaan. Karyawan yang merasa didengar dan dihargai akan lebih termotivasi untuk memperbaiki performa dan mencapai target yang ditetapkan.

Baca juga : Gak Cuma Efisien, Ini 5 Manfaat Absensi Online Untuk Perusahaan

Optimalkan Evaluasi Kinerja Karyawan dengan KelolaHR

Menangani kasus karyawan tidak capai target memerlukan sistem yang terstruktur, transparan, dan mudah digunakan. KelolaHR hadir sebagai solusi lengkap bagi tim HR untuk melakukan penilaian kinerja yang objektif dan berkelanjutan.

Dengan fitur Penilaian 360, HR dapat melakukan evaluasi karyawan dari berbagai sudut pandang, atasan, rekan, dan bawahan, secara otomatis dalam satu dashboard terintegrasi. Proses ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberikan hasil penilaian yang lebih akurat dan menyeluruh. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!

Post Views: 96
  • KelolaHR
  • Loyalitas Karyawan
  • Manajemen SDM
  • SoftwareHR
admin

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Business 9
  • Guides 6
  • HR Insights 29
  • Insights 24
  • Marketing 5
  • Software 15
  • Technology 8
  • Uncategorized 4

Recent posts

  • Menilai Kinerja Karyawan
    Cara Menilai Kinerja Karyawan Secara Objektif dan Konsisten
  • Aplikasi Absensi Karyawan, Solusi Mengelola Kehadiran Lebih Efisien
  • ciri budaya kerja buruk
    Ciri Budaya Kerja yang Buruk di Kantor, Pelajari Selengkapnya!

Tags

absensi digital Aplikasi artificial intelligence employee hak karyawan hr insights hris hr tips hr tools KelolaHR Loyalitas Karyawan magang manajemen cuti Manajemen SDM metode pelatihan notice period one month notice people and culture peraturan magang presensi digital presensi online reimbursement SoftwareHR Startup talent attraction teknologi hr Transparansi dan Keterlibatan Karyawan

Related posts

Menilai Kinerja Karyawan
HR Insights

Cara Menilai Kinerja Karyawan Secara Objektif dan Konsisten

January 14, 2026 admin Comments Off on Cara Menilai Kinerja Karyawan Secara Objektif dan Konsisten

Menilai kinerja karyawan bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas. Di banyak perusahaan, proses ini justru menjadi penentu arah pengembangan SDM, dasar pengambilan keputusan strategis, hingga cerminan budaya kerja yang ingin dibangun. Sayangnya, praktik di lapangan sering kali masih diwarnai penilaian subjektif, bias personal, dan standar yang berubah-ubah. Ketika penilaian kinerja dilakukan tanpa metode yang jelas, […]

HR Insights, Insights

Aplikasi Absensi Karyawan, Solusi Mengelola Kehadiran Lebih Efisien

January 6, 2026 admin Comments Off on Aplikasi Absensi Karyawan, Solusi Mengelola Kehadiran Lebih Efisien

Mengelola kehadiran karyawan adalah fondasi penting dalam operasional perusahaan. Dari data absensi inilah banyak keputusan HR diambil, mulai dari perhitungan gaji, lembur, hingga evaluasi kedisiplinan kerja. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang mengandalkan cara manual atau sistem absensi konvensional yang rawan kesalahan, tidak real-time, dan menyita waktu. Di tengah tuntutan kerja yang semakin dinamis dan fleksibel, […]

ciri budaya kerja buruk
HR Insights

Ciri Budaya Kerja yang Buruk di Kantor, Pelajari Selengkapnya!

December 31, 2025 admin Comments Off on Ciri Budaya Kerja yang Buruk di Kantor, Pelajari Selengkapnya!

Budaya kerja adalah fondasi utama sebuah organisasi, membentuk cara karyawan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, hingga memandang tujuan perusahaan. Sayangnya, tidak semua perusahaan memiliki budaya kerja yang sehat. Banyak perusahaan yang secara tidak sadar justru memelihara budaya kerja yang buruk. Padahal, budaya kerja yang bermasalah dapat berdampak serius terhadap performa karyawan, tingkat turnover, konflik internal, […]

Software & Aplikasi HRIS (Human Resource Information Systems) buatan Vascomm yang dirancang untuk mengelola sumber daya manusia perusahaan secara optimal.

Link
  • Fitur
  • Harga
  • Blog
  • Website Vascomm
Hubungi Kami
  • +62 8113304455​
  • +62 3185581830​
  • hello@vascomm.co.id
  • Perkantoran Delta Fortuna No. 46, Sidoarjo, Indonesia 61256

© 2024 PT Vascomm Solusi Teknologi. All Rights Reserved.

  • Lihat Semua Produk Vascomm