• Beranda
  • Fitur
  • Harga
  • Blog
WhatsApp Sales
HR Insights

Ciri Budaya Kerja yang Buruk di Kantor, Pelajari Selengkapnya!

December 31, 2025 admin Comments Off on Ciri Budaya Kerja yang Buruk di Kantor, Pelajari Selengkapnya!
ciri budaya kerja buruk

Budaya kerja adalah fondasi utama sebuah organisasi, membentuk cara karyawan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, hingga memandang tujuan perusahaan. Sayangnya, tidak semua perusahaan memiliki budaya kerja yang sehat. Banyak perusahaan yang secara tidak sadar justru memelihara budaya kerja yang buruk.

Padahal, budaya kerja yang bermasalah dapat berdampak serius terhadap performa karyawan, tingkat turnover, konflik internal, hingga reputasi perusahaan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, penting bagi HR dan manajemen untuk memahami ciri budaya kerja buruk sejak dini. Dengan begitu, perbaikan bisa dilakukan sebelum dampaknya semakin meluas.

1. Komunikasi Tidak Sehat dan Minim Transparansi

Salah satu ciri budaya kerja buruk yang paling sering muncul adalah komunikasi yang tidak sehat. Informasi penting hanya beredar di kalangan tertentu, sementara karyawan lain dibiarkan menebak-nebak. Kebijakan berubah tanpa penjelasan yang jelas, dan keputusan manajemen jarang dikomunikasikan secara terbuka.

Dalam lingkungan seperti ini, karyawan cenderung merasa tidak dilibatkan dan tidak dipercaya. Akibatnya, muncul rumor, kesalahpahaman, hingga konflik antar tim. Komunikasi yang buruk juga membuat koordinasi kerja menjadi tidak efisien, karena setiap orang bekerja dengan asumsi masing-masing.

Budaya komunikasi yang tidak transparan sering kali membuat karyawan enggan menyampaikan pendapat atau masukan. Mereka khawatir suaranya tidak didengar, atau bahkan dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap atasan.

2. Beban Kerja Tidak Seimbang

Ciri budaya kerja buruk berikutnya adalah pembagian beban kerja yang tidak adil. Ada karyawan yang terus-menerus dibebani tugas berlebih, sementara yang lain relatif santai. Jam kerja panjang dianggap sebagai bentuk loyalitas, dan lembur menjadi standar, bukan pengecualian.

Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu kelelahan fisik dan mental. Karyawan kehilangan motivasi, produktivitas menurun, dan risiko burnout semakin tinggi. Ironisnya, perusahaan sering kali baru menyadari masalah ini ketika karyawan terbaik mereka memilih untuk resign.

Budaya kerja yang sehat seharusnya menghargai hasil kerja, bukan sekadar durasi waktu yang dihabiskan di kantor. Ketika kerja keras tidak diimbangi dengan manajemen beban kerja yang baik, ketidakpuasan akan sulit dihindari.

3. Minim Apresiasi dan Pengakuan Kinerja

Tidak adanya apresiasi juga menjadi ciri budaya kerja buruk yang sering diremehkan. Karyawan yang bekerja dengan baik dianggap “memang sudah tugasnya”, sementara kesalahan kecil dibesar-besarkan. Dalam budaya seperti ini, apresiasi jarang diberikan, baik secara verbal maupun melalui sistem penilaian yang adil.

Kurangnya pengakuan membuat karyawan merasa usahanya tidak berarti. Lama-kelamaan, mereka hanya bekerja sekadar memenuhi kewajiban, tanpa dorongan untuk memberikan performa terbaik. Hal ini berdampak langsung pada kualitas kerja dan inovasi di dalam perusahaan.

Apresiasi tidak selalu harus berbentuk bonus atau kenaikan jabatan. Pengakuan sederhana, seperti feedback positif atau penghargaan atas pencapaian tim, dapat memberikan dampak besar terhadap motivasi karyawan.

4. Kepemimpinan Otoriter dan Tidak Mendukung

Gaya kepemimpinan sangat memengaruhi budaya kerja. Pemimpin yang otoriter, sulit diajak berdiskusi, dan enggan menerima kritik sering kali menjadi sumber budaya kerja yang tidak sehat. Keputusan diambil sepihak, dan karyawan hanya diposisikan sebagai pelaksana.

Dalam lingkungan seperti ini, kreativitas dan inisiatif karyawan cenderung mati. Mereka memilih untuk bermain aman, mengikuti perintah tanpa berani memberikan ide baru. Padahal, perusahaan membutuhkan kontribusi pemikiran dari berbagai level untuk bisa berkembang.

Kepemimpinan yang tidak suportif juga membuat karyawan enggan berkembang. Alih-alih dibimbing, mereka justru sering disalahkan ketika terjadi kesalahan, tanpa diberikan arahan yang konstruktif.

5. Tingginya Konflik Internal dan Politik Kantor

Budaya kerja buruk juga sering ditandai dengan maraknya konflik internal dan politik kantor. Persaingan tidak sehat antar karyawan atau tim menjadi hal yang lumrah. Informasi disembunyikan demi kepentingan pribadi, dan kolaborasi tergantikan oleh sikap saling menjatuhkan.

Situasi ini membuat lingkungan kerja terasa tidak aman secara psikologis. Karyawan lebih fokus menjaga posisi masing-masing daripada bekerja sama mencapai tujuan bersama. Akibatnya, kinerja tim menurun dan proses kerja menjadi tidak efektif.

HR sering kali kesulitan mengelola konflik semacam ini jika tidak didukung oleh sistem dan kebijakan yang jelas. Tanpa aturan yang tegas, konflik akan terus berulang dan semakin mengakar.

Baca juga: Ciri Ciri Karyawan Toxic yang Sering Dianggap Normal di Kantor

6. Turnover Tinggi dan Loyalitas Karyawan Rendah

Tingkat keluar-masuk karyawan yang tinggi sering menjadi indikator kuat adanya ciri budaya kerja buruk. Ketika banyak karyawan memilih untuk meninggalkan perusahaan dalam waktu singkat, hal ini patut menjadi alarm bagi manajemen.

Karyawan biasanya tidak langsung resign karena satu masalah saja. Keputusan tersebut sering kali merupakan akumulasi dari berbagai faktor, seperti komunikasi yang buruk, beban kerja berlebihan, hingga minimnya apresiasi. Jika budaya kerja tidak diperbaiki, perusahaan akan terus kehilangan talenta terbaiknya.

Selain berdampak pada biaya rekrutmen, turnover tinggi juga memengaruhi stabilitas tim dan produktivitas secara keseluruhan.

Post Views: 33
  • KelolaHR
  • Loyalitas Karyawan
  • Manajemen SDM
  • SoftwareHR
admin

Post navigation

Previous
Next

Search

Categories

  • Business 9
  • Guides 6
  • HR Insights 29
  • Insights 24
  • Marketing 5
  • Software 15
  • Technology 8
  • Uncategorized 4

Recent posts

  • Menilai Kinerja Karyawan
    Cara Menilai Kinerja Karyawan Secara Objektif dan Konsisten
  • Aplikasi Absensi Karyawan, Solusi Mengelola Kehadiran Lebih Efisien
  • ciri budaya kerja buruk
    Ciri Budaya Kerja yang Buruk di Kantor, Pelajari Selengkapnya!

Tags

absensi digital Aplikasi artificial intelligence employee hak karyawan hr insights hris hr tips hr tools KelolaHR Loyalitas Karyawan magang manajemen cuti Manajemen SDM metode pelatihan notice period one month notice people and culture peraturan magang presensi digital presensi online reimbursement SoftwareHR Startup talent attraction teknologi hr Transparansi dan Keterlibatan Karyawan

Related posts

Menilai Kinerja Karyawan
HR Insights

Cara Menilai Kinerja Karyawan Secara Objektif dan Konsisten

January 14, 2026 admin Comments Off on Cara Menilai Kinerja Karyawan Secara Objektif dan Konsisten

Menilai kinerja karyawan bukan sekadar rutinitas tahunan atau formalitas. Di banyak perusahaan, proses ini justru menjadi penentu arah pengembangan SDM, dasar pengambilan keputusan strategis, hingga cerminan budaya kerja yang ingin dibangun. Sayangnya, praktik di lapangan sering kali masih diwarnai penilaian subjektif, bias personal, dan standar yang berubah-ubah. Ketika penilaian kinerja dilakukan tanpa metode yang jelas, […]

HR Insights, Insights

Aplikasi Absensi Karyawan, Solusi Mengelola Kehadiran Lebih Efisien

January 6, 2026 admin Comments Off on Aplikasi Absensi Karyawan, Solusi Mengelola Kehadiran Lebih Efisien

Mengelola kehadiran karyawan adalah fondasi penting dalam operasional perusahaan. Dari data absensi inilah banyak keputusan HR diambil, mulai dari perhitungan gaji, lembur, hingga evaluasi kedisiplinan kerja. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang mengandalkan cara manual atau sistem absensi konvensional yang rawan kesalahan, tidak real-time, dan menyita waktu. Di tengah tuntutan kerja yang semakin dinamis dan fleksibel, […]

Ciri Ciri Karyawan Toxic
Business, HR Insights

Ciri Ciri Karyawan Toxic yang Sering Dianggap Normal di Kantor

December 17, 2025 admin Comments Off on Ciri Ciri Karyawan Toxic yang Sering Dianggap Normal di Kantor

Lingkungan kerja yang sehat tidak terbentuk hanya dari sistem dan aturan, tetapi juga dari perilaku orang-orang di dalamnya. Sayangnya, banyak perusahaan tidak menyadari bahwa masalah budaya kerja sering berawal dari perilaku individu yang dianggap sepele. Tidak sedikit ciri ciri karyawan toxic yang justru dipandang sebagai hal normal, bahkan dibiarkan karena pelakunya dianggap berprestasi atau sudah […]

Software & Aplikasi HRIS (Human Resource Information Systems) buatan Vascomm yang dirancang untuk mengelola sumber daya manusia perusahaan secara optimal.

Link
  • Fitur
  • Harga
  • Blog
  • Website Vascomm
Hubungi Kami
  • +62 8113304455​
  • +62 3185581830​
  • hello@vascomm.co.id
  • Perkantoran Delta Fortuna No. 46, Sidoarjo, Indonesia 61256

© 2024 PT Vascomm Solusi Teknologi. All Rights Reserved.

  • Lihat Semua Produk Vascomm